5.6.15

Jessie J-Who You Are

I stare at my reflection in the mirror:
"Why am I doing this to myself?"
Losing my mind on a tiny error,
I nearly left the real me on the shelf.
No, no, no, no, no...

Don't lose who you are in the blur of the stars!
Seeing is deceiving, dreaming is believing,
It's okay not to be okay.
Sometimes it's hard to follow your heart.
Tears don't mean you're losing, everybody's bruising,
Just be true to who you are!
(who you are [11x])

Brushing my hair—do I look perfect?
I forgot what to do to fit the mould, yeah!
The more I try the less it's working, yeah
'Cause everything inside me screams
No, no, no, no, no...

Don't lose who you are in the blur of the stars!
Seeing is deceiving, dreaming is believing,
It's okay not to be okay.
Sometimes it's hard to follow your heart.
But tears don't mean you're losing, everybody's bruising,
There's nothing wrong with who you are!

Yes, no, egos, fake shows, like whoa!
Just go and leave me alone!
Real talk, real life, good love, goodnight,
With a smile that's my home!
That's my home, no...

No, no, no, no, no...

Don't lose who you are in the blur of the stars!
Seeing is deceiving, dreaming is believing,
It's okay not to be okay...
Sometimes it's hard to follow your heart.
Tears don't mean you're losing, everybody's bruising,
Just be true to who you are!
Yeah yeah yeah

3.6.15

Jawaban.

Kenapa saya berakhir dengannya?
Dan mengapa saya tidak kembali?

Jujur saya lelah dihujat pertanyaan ini, kalian pasti tahu siapa yang saya maksud dalam penggalan kata 'nya' dalam kata 'dengannya'.

Jawabannya sederhana.

Dulu,
saat dia menatap saya,
saya tahu dia jatuh cinta kepada saya.
Ketika tatapan itu terbalas,
saya sadar kali ini kami saling mencintai.
Kami saling berjuang.

Sampai pada suatu waktu,
tatapan saya tak lagi dibalasnya.
Entah dari kapan ia membiarkan tatapan saya tak bertuan.

Dalam kasus ini,
tinggalah saya yang berjuang untuk cinta yang telah ada.
Cinta yang kami bangun.
Cinta yang kami perjuangkan bersama, dulunya.
Tapi ternyata,
cinta itu tidak bisa berjuang sendiri.
Bagaimanapun kalian memaksa.

Hingga akhirnya, cinta kami kandas.
Dan berakhir.
Tapi tidak dengan hati saya.

Saat itu, sepenuhnya hati saya masih untuknya.

Saya seorang wanita.
Bagi saya,
menunggu dan bertahan adalah tameng satu-satunya untuk mengharapkan cinta itu kembali pulang.
Saya tegaskan,
kami berakhir dengan cara yang baik dan jalan yang bijak.
Sehingga hubungan kami masih terjalin sangat baik.

Sampai suatu saat.
Dia memanfaatkan hati saya.
Memanfaatkan penantian saya.
Memberikan harapan tanpa kepastian.
Dan bodohnya, saya percaya.

Saya pikir, selama ini cinta saya sudah mati untuknya.
Namun saya salah.

Masih ada perih di hati ketika saya tahu dia tidak lagi menghabiskan waktu bersama saya.
Keingin tahuan saya akan dia sangat menggebu-gebu,
yang justru semakin merobek luka lebih dalam.
Hingga tidak ada lagi tempat untuk menggoreskan luka.
Tidak ada lagi air mata untuk ditangisi.
Dan tidak ada lagi alasan untuk tetap teguh menunggu dan bertahan untuknya.

Sayapun akhirnya menyerah.

Dan dalam titik ini,
kami sepenuhnya tidak lagi saling bertatap satu sama lain.
Mengartikan, sebuah akhir daripada akhir.

Bagi saya,
inilah saatnya dimana keadaan menuntut untuk membuat sebuah perubahan.
Saya anggap kedua bola mata yang selama ini bertemu,
baik dibawah awan teduh atau sembari dibasahi tetesan air hujan,
hanyalah selarik mimpi di siang hari.

Terima kasih.
Untuk sebuah mimpi panjangnya.

Kini, saya telah menemukan penggantinya.
Laki-laki ini tidak hanya menatap saya.
Tapi juga merengkuh jiwa saya,
meyakinkan dan memulihkan luka yang telah lama terkoyak.

Lantas, bagaimana dengan dia?
Hari dimana hati telah benar benar angkat kaki untuknya.
Hari dimana pintu penantian telah tertutup untuknya.
Hari dimana saya kuat berdiri tanpanya,
Hari dimana saya telah menatap sebuah dunia yang baru.

Dia justru kembali menatap saya,
seperti sedia kala dia memulainya.

Namun sayang,
perjalanan sudah saya mulai.
Sang perahu tidak akan lagi berbalik haluan dan berlabuh di tepian yang sama.
Ombak telah membawanya pergi,
menjauh.

Jangan ngeask chat sigit lagiya

Sorry gue pos disini krn diaskfm ternyata gak kebaca, ini cuman sebagian chatnya, cuman awal2 chat aja. ada chat yang dia bilang gaboleh dikasih tau siapa-siapa, jd gue menghargai dia aja dan menjaga privasinya okeh. baca dari kiri ke kanan trus baru kebawah. dahye kelarkan.








21.5.15

The Blue Rose

Kadang yang tidak diharapkan justru datang.
Yang selama ini dihindari justru terpilih.

Kehadirannya, bukan lah yang pertama.
Dia juga bukan yang teristimewa.
Dia juga bukan orang yang ditunggu.
Sama sekali bukan sebuah impian.

Dia bukan yang terbaik.
Dan dia juga bukan orang yang baik.
Tapi, usaha yang diperbuat membuat bukti tanpa sepatah kata yang terucap.
Bukti yang bisa mematahkan kebencian selama ini.
Bukti yang memberikan arti sebuah ketulusan.

Sekarang, saya mengerti.
Bukan rupa yang dicari.
Bukan harta ataupun ketenaran yang dibutuhkan..

Ini tentang bukti.
Ini tentang sebuah usaha, sebuah penantian.






19.10.13

Batik Yogyakarta

     Dari kerajaan-kerajaan Yogyakarta sekitar abad 17, 18, 19 batik mulai berkembang luas, kususnya di pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekedar hobi dari para keluarga raja didalam berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya untuk diperdagangkan oleh masyarakat. Pembatikan di Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-1 dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama adalah di desa Plered. Pembatikan di waktu itu terbatas dalam lingkungan kerajaan keraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu. Pada upacara resmi kerajaan keluarga keraton baik pria maupun wanita menggunakan batik kombinasi lurik. Karena rakyat tertarik maka mulailah meluas pembatikan ini keluar keraton.
     Akibat dari peperangan zaman dahulu, banyak keluarga-keluarga raja yang mengungsi ke daerah-daerah baru antara lain Banyumas, Pekalongan, Tulungagung dsb. Meluasnya pembatikan ini menurut sejarah Indonesia dimual dari abad ke 18. Keluaraga-keluarga keraton inilah yang meluaskan batik Jawa sampai berkembang menurut alam daerah tersebut. Setiap motif yang terwujud dalam goresan canting pada kain batik Yogyakarta adalah sarat akan makna adalah cerita. Hal inilah yang membedakan batik Yogyakarta dengan batik-batik yang lainnya, yang menjaga batim Yogyakarta tetap memiliki eksklusifitas dari sebuah mahakarya seni dan budaya Indonesia.
     Motif batik dibagi dalam beberapa kelompok, antara lain: motif bouquet, motif ceplok, motif kawung, motif kelir, motif lereng, motif nitik, motif parang, motif seling, motif sido luhur, motif sogan, motif truntum, motif tumpal, motif udan liris, motif wirasat. Berikut adalah beberapa gambar motif batik yang ada di Yogyakarta:

Batik Yogyakarta motif pamiluto

Batik Yogyakarta motif parangkusumo

Batik Yogyakarta motif sido asih

Batik Yogyakarta motif tambal

Batik Yogyakarta motif truntum

Batik Yogyakarta motif kawung

Batik Palembang

     Batik Palembang dalam sejarahnya, batik ini berasal dari Jawa sekitar 100 tahun yang lalu dengan motif yang sudah beradaptasi dengan kota Palembang. Batik Palembang memiliki keunggulan yang tak kalah unik dari batik-batik yang lain. Batik Palembang adalah batik yang mengikuti syariat Islam, yaitu batik yang tidak menggunakan gambar binatang dan manusia sebagai hiasan. Sebagian besar motif batik Palembang adalah berbentuk bunga teh dan motif lasem yang dihiasi garis simetris dan berbagai simbol tanaman, sedangkan motif bunga teh kainnya dipenuhi dengan motif bunga teh. Beberapa contoh batik Palembang adalah motif songket, kerak mutung, jungkuk, kembang jepri, sisik ikan, motif jumputan, gribik, encim, kembang bakung, sembagi dan lain-lain.
     Proses pembuatan batik Palembang sedikit berbeda dengan batik di Jawa pada umumnya. Jika di JAwa kain yang akan dibatik cukup disampirkan. Secara umum batik Palembang dibuat dengan dua cara yaitu di cap dan ditulis, sama dengan teknik membatik pada umumnya. Namun saat ini dikembangkan juga batik dengan cara printing. Batik Palembang menggunakan bahan sutra, organdi, jumputan, katun dan blongsong. Untuk pewarnaan menggunakan warna cerah khas melayu seperti, merah, kuning, hijau terang.
     Pengrajin batik Palembang saat ini masih sangat sulit ditemui, oleh karena itu perlu dukungan dari beberapa pihak untuk tetap melestarikan batik ini. Lokasi pengrajin batik Palembang bisa ditemui di sepanjang Jl. Aiptu Wahab Palembang sedangkan toko-toko yang menjual batik Palembang banyak tersebar di daerah pasar Ilir 16 Baru, komplek Hero, di samping Ramayana. Berikut adalah beberapa gambar contoh dari batik-batik yang ada di Palembang:

Batik Palembang motif bunga teh
Batik Palembang motif jumputan
Batik Palembang motif kembang kangkung
Batik Palembang motif lasem

Batik Palembang motif songket
Batik Palembang motif songket
 

Template by BloggerCandy.com